Hakekat Hidup Seorang Pendekar




Ketika kita belajar ilmu beladiri khususnya ilmu kebatinan, maka akan dibagi menjadi beberapa tingkatan. Setiap level atau tingkatan harus kita lalui dengan menempuh ujian yang berbeda-beda, tergantung dari materi yang kita pelajari pada level tersebut.

Ujian itu bisa berupa ujian fisik seperti memecah benda-benda keras seperti beton atau baja, menahan serangan fisik seperti dilindas mobil, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita sampai pada tingkatan tertinggi atau sampai pada level dimana seseorang itu layak menyandang gelar pendekar, maka ujian yang harus dijalani juga akan lebih berat.

Biasanya ujian disini bukan lagi berupa ujian fisik, namun lebih kepada penekanan kita untuk mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, serta mengendapkan ilmu kanuragan yang telah kita miliki agar tidak disalah gunakan. Ujian disini bisa bermacam-macam, mulai dari menangkap jin, hipnotis, membelah diri, menghilang, menyedot benda-benda pusaka, dan ujian spiritual lainnya.

Ketika kita akan mendapat gelar pendekar, maka hal itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat. Karena kita dituntut untuk bisa benar-benar 'legowo' dalam menjalani hidup ini. Karena pada level pendekar, tidak ada lagi yang tertutup antara dunia nyata dengan dunia ghaib, sehingga sering materi pada level ini disebut sebagai menyingkap misteri kehidupan. Pada tingkatan ini, semua yang terjadi dalam hidup ini menjadi sangat jelas, apa itu ilmu san'tet, jin, dan dunia ghaib dapat kita lihat secara gamblang.

Hal yang menjadi kewajiban seorang pendekar adalah menolong sesama yang membutuhkan, mempergunakan ilmu yang dimilikinya untuk kebaikan seperti untuk penyembuhan, dll.




loading...

0 comments:

Post a Comment