Mantra Cinta Bahasa Jawa untuk Pengasihan




Sebagai orang Jawa, tidak salah kalau kita mempelajari khasanah budaya warisan leluhur paling tua yaitu seputar rapalan lelaku, salah satunya mantra cinta bahasa Jawa dalam bentuk doa ringkas yang biasanya dikemas menjadi suatu ilmu pelet atau amalan pengasihan dengan tujuan untuk memikat hati lawan jenis.

Tidak banyak orang yang masih mempunyai ilmu-ilmu warisan nenek moyang ini, salah satu sebabnya adalah kebanyakan orang jaman sekarang tidak kuat dengan ritual atau lelaku yang diharuskan untuk melengkapi tahapan belajar ilmu kejawen ini. Lebih banyak orang sekarang ini memilih jalan pintas dengan mengharapkan hasil yang memuaskan, sehingga lebih rela untuk mengeluarkan uang ketimbang mempelajari proses yang sebetulnya teramat berharga.

Beberapa ilmu warisan leluhur ini sesungguhnya masih dapat kita temukan dalam bentuk mantra-mantra Jawa dengan fungsi yang beragam, mulai untuk tujuan keselamatan, pengasihan, penglaris, untuk wibawa, dll.

Nah berikut ini beberapa rapalan atau mantra bahasa Jawa yang biasa digunakan lelaki atau wanita untuk menaklukkan hati lawan jenis, yang tentunya masih ada keharusan untuk menjalankan lelaku atau syaratnya apabila menginginkan khasiat dari amalan tersebut. Mantra agar dicintai wanita dan pria ini hanyalah bertujuan untuk dokumentasi saja, tidak disarankan mengamalkannya tanpa pendamping yang ahli dalam bidang tersebut.

Pengasihan penarik hati

Mantranya: Wassalaamu'alaikum 'alaikum salaam, Duh, Allah Gusti, mugo-mugo jabang bayine.....(sebut nama orang yang dimaksud) karo jabang bayiku di aworno dadi siji welas asih kersane Allah, Laa ilaaha ilallah

Lelaku: Di awali dengan mandi keramas, dilanjutkan dengan puasa mutih 6 hari 6 malam dan malam ke-7 puasa ngebleng 1 hari 1 malam.

Pengasihan Jala Sukma

Mantra: Bismillaahir rahmaanir rahim,Niat ingsun matak ajiku pulungguno pulungsri, sun tabukake petiku siwisi, gemebyar-gebyar marang dadaku, wong sabuwono teka welas. teko sih marangbadanku, asih welas, welas asih kersane Allah, Laa ilaaha illallah Muhamadur Rasuulullah.

Lelaku: Pada waktu jam: 18.00 (6-sore) dan jam 24.00 (12-malam) harus membaca mantra sembari membakar kemenyan selama 49 malam.





loading...

0 comments:

Post a Comment