Asal Usul Sejarah Ajian Rengkah Gunung Angling Dharma dan Sudawirat




Apabila Anda salah satu orang yang suka melihat siaran televisi lokal mungkin masih ingat tayangan sekitar tahun dua ribuan tentang sebuah serial berkaitan dengan sejarah namun disajikan dalam bentuk tontonan yang menarik, dimana ada pemeran bernama Sudawirat yang memiliki ilmu rangkah gunung, yang mana ketika ajian tersebut sudah digunakan maka orang yang terkena atau obyek akan rusak parah ibarat terkena sambaran petir. Memang hanya dalam televisi dan menjadi tontonan, namun demikian tidak menutup kemungkinan diluar sana ada banyak orang yang merasa penasaran dengan kesaktian tersebut karena orang akan mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan ilmu tersebut dan tentunya dapat dipelajari sendiri sehingga mudah diketahui asal usul darimana harus belajar. Namun memang sangat minim informasi yang mengatakan mengenai hal tersebut sehingga kita tidak mudah mendapatkan apa yang seharusnya dapat diketahui dengan seksama sampai akhirnya orang memutuskan untuk mulai memikirkan kembali semua permasalahan tersebut dengan seksama sampai akhirnya semua menjadi jelas pada akhirnya.

Seperti halnya dalam tayangan lain yang mana pemeran Angling Dharma juga memiliki ajian serupa, ini tentu semakin memperjelas bahwa sejarah pernah mencatat ada jawara zaman dahulu yang memang memiliki kemampuan serupa. Sehingga menguak kembali keadaan dimasa lalu menjadi semakin menarik dimana orang mulai mencari tahu dengan lebih lengkap mengenai kemampuan leluhur kita yang mempunyai banyak sekali ilmu warisan leluhur berupa banyaknya kemampuan mengolah seni kanuragan sehingga dapat digunakan untuk kebaikan.

Kalau kita pernah mendengar tentang kehebatan ilmu rengkah gunung tentu akan paham betapa ajian rengka gunung ini memiliki daya kesaktian yang luar biasa disegani pada jamannya. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan drama televisi yang diperankan salah satunya oleh tokoh Mak Lampir dan dalam cerita tersebut juga ada seorang tokoh yang memiliki ajian rengkah gunung, ajian pancasona dan banyak lagi ilmu kanuragan lainnya.

Dari masa ke masa memang orang selalu menginginkan hal yang dianggap menimbulkan rasa penasaran, namun demikian kita tidak selalu mendapatkan apa yang dianggap penting untuk saat ini meskipun kadang sebuah ilmu hanya digunakan oleh orang berdasarkan keinginan agar tetap diakui dalam kehidupan sehari-hari, padahal yang seperti itu sebenarnya tidak selalu penting karena kita hidup lebih memerlukan apa yang dianggap sebagai keperluan pokok.

Mantra ilmu rengka gunung mampu membuat si korban menderita luka yang cukup parah, ditandai dengan tubuh hancur dan hangus terbakar atau gosong. Dalam dunia persilatan ilmu ini dikenal bermanfaat untuk membakar jin atau setan yang berasal dari dunia lain.

Banyak yang ingin tahu cara belajar ilmu rengkah gunung atau menghafal asma' ajian ini, namun masih kesulitan mencari guru atau sumber yang tepat untuk diamalkan. Ilmu ini memang berguna untuk membakar jin zholim dan manusia yang memiliki watak setan dan jahat.

Apabila anda ingin mengamalkan ilmu rengkah gunung maka disarankan untuk mencari pembimbing yang benar-benar ahli dan telah menerima ijazah dari sang guru. Karena untuk menguasai ajian ini bukan sembarangan orang dapat mendapatkannya. Lelaku yang harus dijalankan juga tidak gampang, sehingga manfaat yang akan diperoleh memang besar dan berguna terutama bagi yang sudah memiliki kemampuan supranatural tingkat tinggi.

Dari penjelasan diatas paling tidak kita sudah memiliki bayangan bahwa asal mula sejarah keberadaan ilmu rengkah gunung memang dari warisan para leluhur zaman dahulu, namun ilmu ini sempat dianggap hilang karena tidak ada orang yang mampu mempelajari dengan seksama sampai akhirnya banyak yang penasaran dengan keadaan sebenarnya dari hal tersebut. Kita hidup di zaman modern ini tentunya masih dapat mengingat apa yang dahulu pernah diceritakan oleh para leluhur mengenai kehebatan jawara kala itu, meskipun saat ini manusia sudah tidak lagi memerlukan berbagai macam ajian dalam kehidupan nyata.




loading...

0 comments:

Post a Comment