Jimat Penglaris: Bambu Bertuah dan Mitosnya




Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bambu terbanyak setelah China. Bambu-bambu Indonesia biasanya menggerombol dalam kelompok-kelompok besar yang disebut “papringan” (jawa Tengah dan sekitarnya) atau “barongan” (Jawa Timur bagian tengah dan timur).

Alam telah melahirkan bambu-bambu dengan batangnya yang lurus, tidak bercabang, dan disekat oleh buku-buku setiap 15-30 cm. Namun, ada pula bambu-bambu abnormal yang menyalahi kaidah alam. Apa saja jenis bambu-bambu unik tersebut? Mitos apa yang mengiringinya?

Bambu Patil Lele

Bambu Patil Lele adalah bambu dengan cabang-cabang saling bertolak belakang dan berbentuk mirip sungut (patil) ikan lele. Umumnya, bambu jenis ini cabangnya berlawanan pada satu ruas, namun ada juga yang tumbuhnya pada dua ruas yang berbeda namun dengan ukuran sama. Bahkan, ada pula bambu yang memiliki cabang patil hingga bersusun sembilan. Semakin banyak pasangan patil yang ditemukan pada satu batang bambu, konon energi positif yang ditimbulkan juga semakin besar.

Bambu Patil Lele dipercaya dapat dimanfaatkan sebagai tumbal atau jimat untuk membuka usaha budidaya ikan, udang, atau bisnis pemancingan. Bambu ini tergolong langka dan cukup sulit untuk mendapatkannya.

Bambu Pethuk

Bambu ini amat terkenal karena tidak sedikit toko-toko benda pusaka memperjualkan bambu jenis ini. Yang dimaksud bambu pethuk adalah ketika cabang bambu melengkung ke arah cabang bambu yang lain sehingga bertemu (pethuk) di satu titik. Oleh masyarakat Jawa, bambu pethuk disebut juga “pring temu rose” (bambu yang bertemu pada ruasnya). Istilah ini sebenarnya hanya metafora bagi orang yang mudah bertemu atau nyambung perasaannya (simpati dan sensitif). Namun, bambu ini terlanjur dipercaya dapat meningkatkan ros atau roso (perasaan) bagi yang memilikinya.

Banyak mitos yang berkembang seputar bambu pethuk ini. Diyakini papringan atau barongan yang ada bambu petuk-nya pasti dijaga oleh sekelompok lelembut. Para penunggu ini “menyembunyikan” bambu pethuk dari mata orang awam, sehingga hanya orang yang punya ilmu yang bisa melihatnya. Bahkan, bisa melihatnya pun belum pasti bisa mendapatkannya.

Konon, bagi yang ingin mengambil bambu pethuk diwajibkan harus melakoni ritual rohani dan beberapa persyaratan baik fisik maupun non fisik. Perlambang orang Jawa seperti tersebut di atas kalah oleh sebutan bambu pethuk sebagai barang mistik.

Bambu pethuk dipercaya dapat digunakan sebagai tumbal rumah wallet, show room, pabrik atau toko. Harganya amat fantastis hingga puluhan juta rupiah.

Baca selengkapnya tentang bambu pethuk disini: http://www.tersakti.com/2014/08/fakta-jimat-pring-pethuk-asli-atau.html

Bambu Lilit

Sebagaimana namanya, bambu lilit adalah bambu yang ruas-ruasnya seperti melilit keseluruhan batang, bukan berbentuk lingkaran seperti bambu kebanyakan. Semakin banyak lilitannya, maka energi yang didapatkan juga semakin besar. Jika dikombinasikan dengan cabang berbentuk patil lele, maka hasilnya adalah bambu unik, langka, dan berenergi luar biasa. Menurut mitos, bambu ini berkhasiat menolak energi negatif seperti guna-guna dan santet.

Selain ketiganya, masih banyak lagi jenis bambu unik yang lain. Umumnya bambu-bambu ini berharga sangat mahal dan digunakan untuk penglaris toko, pabrik, melindungi rumah, dan sejenisnya.




loading...

0 comments:

Post a Comment