Pengalaman Pergi ke Dukun untuk Berobat




Bercerita mengenai pengalaman berobat ke dukun untuk suatu penyakit gaib rasanya memang sangat menarik, seperti yang penulis tersakti.com alami sendiri. Beberapa tahun lalu masih sangat jelas rasanya penyakit yang tidak kunjung sembuh, sudah diobati oleh berbagai macam dokter dan rumah sakit namun masih belum ada tanda-tanda sakit tersebut berkurang. Ini adalah saat paling lemah dalam hidup penulis, semangat untuk meneruskan hidup seperti hilang karena merasa penyakit lama yang tidak kunjung sembuh, ingin sekali rasanya merasakan badan yang sehat dan bugar seperti sediakala. Namun dalam waktu hampir dua tahun tersebut penulis masih barus merasakan sakit yang tidak ada hentinya karena belum juga menemukan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang sudah lama singgah tersebut.

Berbagai metode pengobatan sudah dilalui, penulis sudah pernah pergi ke dokter umum, ke klinik rasanya tidak tidak terhitung. Sampai ke dokter spesialis juga sudah dijalani namun kondisi badan masih tidak ada perubahan. Keluhan penulis sebenarnya terbilang tidak begitu berat, kalau siang hari badan terasa sehat dan hampir tidak merasakan sakit kecuali di daerah perut yang sedikit ada nyeri. Namun ketika sudah menginjak malam hari, mulai terasa ada perasan pusing sampai keringat dingin dan perasaan yang sangat tidak tenang. Perasaan gelisah dan berdebar-debar inilah yang sangat mengganggu karena membuat penulis merasa seperti melayang dan tidak tenang. Untuk memejamkan mata saja rasanya sangat berat, karena pikiran tidak bisa tenang dan selalu timbul rasa cemas tanpa alasan.

Kondisi seperti ini berlangsung cukup lama, banyak pengobatan yang sudah dilakukan namun tidak membuahkan hasil. Dari satu dokter ke dokter lain sudah dicoba, umumnya mereka mengatakan bahwa penulis sedang mengalami masalah gangguan pada perut atau lebih tepatnya lambung. Namun setelah diberikan resep obat masih tidak juga kunjung menunjukkan tanda untuk sembuh.

Karena perasaan yang sudah tidak bersemangat dan ingin sekali rasanya melakukan apa saja demi mendapatkan kesembuhan, maka penulis mencoba berbagai resep dan cara. Misalnya membaca tips dari internet untuk mencoba ramuan tertentu, sudah banyak kali dilakukan namun tidak ada yang membuahkan hasil. Terakhir, penulis diberikan saran untuk mengkonsumsi jenis tanaman tertentu dibagi hari dan malam menjelang tidur. Tanaman ini memang membuat rasa nyeri sedikit reda, namun setelah berbulan-bulan masih saja tidak ada kemajuan untuk penyakit yang penulis alami.

Pergi ke dukun

Sampai akhirnya seorang kawan memberikan saran kepada penulis, karena melihat kondisi badan dan semangat yang semakin menurun dia tidak tega. Dan menyarankan agar penulis mencoba pergi ke 'orang pintar' untuk berkonsultasi tentang penyakit tersebut. Siapa tahu cocok, begitu katanya. Dia khawatir kondisi tersebut memang bukan karena penyakit fisik namun ada kaitannya dengan penyakit gaib sehingga harus dicoba untuk mencari obatnya dengan cara gaib pula.

Atas arahan dari kawan tersebut, karena dia mengenal seorang dukun yang cukup ampuh menurutnya, maka penulis dan dia berangkat pergi ke tempat orang pintar tersebut. Perjalanan lumayan jauh, masuk kedalam daerah pedalaman yang masih belum ramai penduduknya.

Sampai ditempat orang pintar tersebut langsung disambut dengan baik, dan setelah berbasa-basi maka penulis mengutarakan maksud kedatangan kesana. Anehnya, orang pintar tersebut sudah tahu tentang penyakit penulis, dia berkata tidak usah khawatir. Ada sedikit 'angin' di perut penulis dan dapat disembuhkan. Kemudian dia melakukan pengobatan dengan sebilah pusaka yang ditempelkan ke perut penulis, sambil membaca mantra pada segelas air, kemudian air tersebut harus diminum sampai habis. Setelah itu penyakit yang ada dalam tubuh penulis diambil melalui pusaka tersebut. Memang benar seperti ada energi atau hawa aneh yang ikut tertarik keluar, dan rasa nyeri berangsur hilang.

Penulis dan kawan pun heran, sehabis pengobatan tersebut badan penulis langsung segar bugar bahkan sepulang dari tempat dukun itu penulis langsung mentraktir mie ayam untuk kawan tersebut karena penyakit sudah berhasil disembuhkan. Penulis sangat girang, namun ternyata itu bukan akhir dari penyakit yang penulis alami karena dalam beberapa waktu kedepan ada keanehan yang tidak pernah disangka, tunggu kisahnya dalam tulisan mendatang.




loading...

0 comments:

Post a Comment