Fakta Pinjaman Gaib Tanpa Mahar atau Tumbal Dana Bebas Resiko




Mendengar istilah pinjaman gaib tanpa mahar rasanya kita sedikit tidak asing karena ada beberapa orang yang pernah membicarakan hal ini sehingga menimbulkan perasaan ingin tahu yang sangat kuat, apalagi kalau membicarakan pinjaman dana dari bank gaib yang konon katanya bebas resiko serta tanpa tumbal pun bisa dilakukan. Ini semakin membuat kita merasa penasaran karena tidak sedikit cerita mengenai sumber uang gaib ini memberikan kontribusi pada kepercayaan masyarakat khususnya dari kalangan menengah ke bawa yang masih awam soal bisnis dan ingin mendapatkan uang secara cepat untuk memenuhi kesulitan hidup yang selalu dilalui setiap hari. Tidak heran apabila kita ingin sekali mengubah jalan hidup, karena kesulitan dari segi materi dapat membuat saja saja berubah pikiran dan tergoda dengan hal-hal berhubungan dengan pesugihan, penglaris dan sejenisnya yang sebenarnya sangat bertentangan dengan agama khususnya dalam Islam.

Membicarakan tentang uang gaib, kadang kita mendengar cerita akan adanya seseorang yang mempunyai uang seakan tidak ada habisnya, padahal kalau dilihat dari pekerjaan, orang tersebut biasa saja bahkan hanya mengandalkan hasil dari pertanian atau berdagang yang omsetnya sudah dapat diperkirakan. Namun secara mendadak kadang dia dapat membeli tanah, properti dan lainnya yang memerlukan uang tidak sedikit. Kalau hidup dikampung, hal seperti ini kadang dipandang tidak lumrah dan sering dikaitkan dengan adanya pesugihan atau uang gaib yang dimiliki oleh orang tersebut.

Memang serba salah, kalau kita hidup terlalu sederhana kadang juga diejek, kalau mampu membeli sesuatu dari hasil bisnis sendiri kadang menjadi bahan gunjingan karena dianggap memelihara tuyul dan sebagainya. Ini biasa dalam hidup bermasyarakat, orang ada yang senang dan tidak suka yang kadang suka membicarakan orang lain dibelakang. Menyebarkan berita tidak bagus yang belum tentu kebenarannya sehingga menimbulkan citra bahwa orang tersebut tidaklah baik pada belum tentu seperti itu yang terjadi sebenarnya. Sehingga orang akan mulai memikirkan hal yang tidak baik pada diri kita maupun ingin membawa perubahan dalam hidup yang seharusnya tidak perlu dilakukan.

Apa sebenarnya pinjaman gaib atau uang gaib?

Kembali lagi pada bahasan tentang dana gaib, sebenarnya ada sebuah cerita tentang hal ini yang dulu pernah dibicarakan bersama salah satu warga, sebut saja Lek Wagio. Dia menceritakan tentang tawaran dari salah satu temannya yang mengatakan atau mengajak meminjam uang dari alam gaib, atau lebih tepatnya mencari sarana agar cepat kaya dengan jalan ritual tertentu yang berkaitan dengan makhluk gaib. Mendengar penuturan Lek Wagio tersebut saya jadi mengerti, yang disebut uang gaib ternyata adalah sebuah kesepakatan dengan jin atau makhluk halus, tentunya dengan imbalan tertentu. Kita mendapatkan harta benda, namun juga harus melakukan ritual untuk memenuhi syarat yang di inginkan oleh makhluk dari alam gaib tersebut.

Ini tidak lagi mengherankan, bahwa datangnya uang secara gaib ternyata bukan cuma-cuma, ada imbalan dan semacam tumbal dibalik semua itu. Orang akan mudah tergoda dengan adanya materi yang melimpah, namun belum tentu kehidupannya bisa tenang kalau sudah berurusan dengan jin, setan dan sebangsanya.

Ketika sudah mengetahui kebenaran dari cerita diatas, tentu kita harus berpikir dua kali sebelum melakukan kesepakatan dengan makhluk dari alam lain karena semua ada konsekuensi yang harus ditanggung, melakukan pinjaman gaib berarti kita harus membayar untuk semua itu dan tidak ada sesuatu yang gratis termasuk urusan dengan makhluk lain dari dunia ini. Oleh sebab itu akan lebih baik kalau kita memikirkan kembali keadaan yang seharusnya dilalui untuk mencukupi keperluan hidup karena tidak semua orang menginginkan hal yang sama apalagi sampai mengorbankan kehidupan keluarganya sendiri demi harta dan materi yang sifatnya hanya sementara.

Yang paling penting untuk kita ingat adalah, apabila seseorang ingin memperoleh uang yang berlimpah maka harus ada usaha dan kerja nyata untuk semua itu. Apa yang kita lakukan akan menghasilkan sesuatu, bila kita membuat kebaikan maka akan berbuah manis dan perbuatan yang tidak benar akan membuat kita celaka kelak di kemudian hari. Hal ini lumrah dalam hidup karena seseorang akan merasa tidak suka pada apa yang dia lakukan apalagi kalau itu menyangkut kepentingan orang lain yang belum tentu sejalan dengan suara hati atau minat dari dalam diri sendiri.




loading...

0 comments:

Post a Comment