Cara Membuka Indra Keenam dengan Ayat Kursi dan Manfaat, Bisakah?




Mungkin banyak diantara kita yang penasaran dengan cara membuka indra keenam dengan ayat kursi karena ada pendapat mengatakan kalau membuka mata batin dengan ayat kursi memang dapat dilakukan, sehingga hal ini seakan menjadi perdebatan sengit dimana orang memiliki pendapat sedangkan orang lainnya tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh orang tersebut. Hal seperti ini memang bukan pertama kali terjadi sehingga kita tidak perlu risau akan hal tidak terduga yang kadang menjadi penyebab seseorang berselisih faham, yang patut diluruskan adalah niat kita dalam memulai sesuatu entah itu adalah doa atau mengamalkan ayat suci Al Qur'an gunanya untuk apa? Apakah ada dasar-dasarnya yang jelas sehingga hal itu tidak menyebabkan kebingungan bagi orang lain?

Memiliki indera ke enam yang peka, atau ilmu tenaga dalam sakti mungkin masih menjadi semacam iming-iming bagi setengah orang untuk mencari tahu lebih banyak tentang ilmu kesaktian tersebut sehingga kadangkala sampai salah dalam menempuh sebuah cara, mencari hal baru yang dianggap benar namun pada kenyataannya hal itu tidak sesuai untuk diterapkan maupun bertentangan dengan agama. Jangan sampai kita salah langkah sehingga menyebabkan hal tidak baik terjadi karena pada akhirnya pasti akan membuat kita rugi kelak di kemudian hari karena apa yang dilakukan selama ini merupakan tanggung jawab sehingga kita kelak akan mengetahui dimana benar dan salahnya.

Bacaan ayat kursi dapat membuat kita terlindungi dari berbagai hal negatif termasuk godaan setan dan makhluk halus lainnya yang ingin mengganggu kita, atau dengan sengaja adanya pengaruh buruk dari apa yang tidak kita inginkan. Maka dengan membacanya kita akan merasa tenang dan hati menjadi sejuk sehingga apa yang kita kerjakan akan terasa aman, nyaman dan berjalan sebagaimana mestinya.

Salah satu kegunaan dan khasiat ayat kursi adalah membuat diri kita terlindungi dari berbagai hal negatif, berikut penjelasannya:

Bagi orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

Artinya: “Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.” (HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655)

Maka dapat kita ketahui bahwa manfaat penting dari ayat kursi adalah sebagai doa pelindung diri dari berbagai hal buruk yang akan membuat kita terganggu. Tentu saja hal ini adalah karena se izin Allah SWT sehingga ketika kita berdoa dengan khusyuk dan memohon adalah hanya kepadaNya.

Mengamalkan ayat kursi setiap kali selesai shalat lima waktu mendatangkan manfaat yang luar biasa, berikut dalilnya:

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

Artinya: “Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

Dari penjelasan diatas dapat kita lihat bahwa ayat kursi memiliki manfaat besar yang dapat kita pahami dengan seksama, mengamalkan dan membacanya akan membuat kita dalam keadaan yang sangat baik. Senantiasa terlindungi dan tentu saja hati akan menjadi tenang karena keadaan akan membaik ketika kita memiliki rasa percaya dan yakin akan apa yang sudah ditentukan sehingga tidak akan ada hal buruk yang datang kecuali atas kehendakNya.

Lantas bagaimana kalau ayat kursi digunakan untuk sarana membuka aura, indera ke enam dan sebagainya? Tentu saja itu perlu kajian lebih mendalam, apakah memang ada dalil yang mengatakan demikian? Tentu kita harus lebih bijak dalam memilah dan memilih sehingga tidak salah dalam mengambil tindakan yang akan membuat kita berada dalam keadaan kurang baik dalam kehidupan ini.




loading...

0 comments:

Post a Comment